Penyayang bercahaya

Assalamu'alaykum…….

MENIPISNYA LAPISAN OZON

Posted by RAHMA CAHYANINGRUM pada Desember 16, 2009

ozon di lapisan stratosfer

Ozon adalah suatu bentuk oksigen dengan tiga atom (O3). Secara alamiah, ozon tersebar dalam stratosfer membentuk lapisan yang tebalnya kurang lebih 35 km. Konsentrasi ozon di lapisan stratosfer bervariasi menurut ketinggian. Lapisan ozon yang tipis ini bila dibandingkan dengan tebalnya seluruh atmosfer bumi cukup efisien dalam menyaring semua sinar ultraviolet matahari yang berbahaya bagi makhluk hidup di bumi. Makin pendek panjang gelombang radiasi ultraviolet, makin besar bahayanya terhadap kehidupan tapi makin baik ia diabsorpsi oleh lapisan ozon.

struktur ozon

  • Radiasi ultraviolet dengan panjang gelombang pendek dikenal sebagai UV-C, dapat mematikan makhluk hidup.
  • Ultraviolet dengan panjang gelombang lebih panjang yaitu UV-A, relative kurang berbahaya dan hampir semuanya dapat menembus lapisan ozon.
  • Jenis lain yaitu UV-B meskipun masih tetap berbahaya tapi kurang mematikan dibanding UV-C.

Kerusakan Lapisan Ozon

lubang lapisan ozon

Lebih dari setengah abad lamanya dirasakan adanya kerusakan lapisan ozon sehingga terjadi penipisan lapisan tersebut di stratosfer. Hal ini teramati dari setiap musim semi di wilayah selatan bumi, suatu lubang terbuka pada lapisan bagian atas ozon. Pada ketinggian 15-20 km di atas Antartika, 95% lapisan ozon telah lenyap. Lubang ini bertambah besar sejak 1979 dan sepuluh tahun kemudian bertambah besar pula. Penipisan lapisan ozon ini juga telah dibuktikan oleh data satelit cuaca Nimbus 7 milik badan ruang angkasa Amerika Serikat (NASA) dan terdapat banyak bukti yang menyatakan bahwa penipisan lapisan ozon telah terjadi di seluruh dunia. Belum begitu lama terbukti bahwa CFC-lah yang bertanggunng jawab atas terjadinya lubang di lapisan ozon.

Apa Dampak Bolongnya Lapisan Ozon bagi Kesehatan dan Lingkungan

Radiasi UV-B yang dapat menembus lapisan ozon cukup membahayakan. Radiasi ini merusak materi genetic DNA dan merupakan penyebab utama kanker kulit, jumlah penderitanya meningkat dengan cepat di seluruh dunia.

Selain menimbulkan kanker kulit, radiasi ultraviolet juga melemahkan kemampuan tubuh untuk mengatasinya dengan jalan menekan efisiensi system kekebalan, sehingga memudahkan kanker menyebar luas. Selain itu, diketahui pula bahwa peningkatan kadar gas CO2 di atmosfer dapat menyebabkan rekasi pembentukan ozon di atmosfer menurun. Hal ini dapat menimbulkan kerusakan lapisan ozon tidak teratasi.

Ultraviolet dapat juga menyebabkan penyakit katarak mata.. Gangguan penglihatan ini diperkirakan makin lama, jumlahnya semakin meningkat jika kerusakan lapisan ozon tidak cepat ditanggulangi.

Rusaknya lapisan ozon berpengaruh pada bentuk kehidupan lain. Dari 300 jenis tanaman pertanian dan spesies tumbuhan lain, lebih dari separuhnya sangat peka terhadap ultraviolet. Misalnya kacang, melon, kubis, dan lain-lain. Peningkatan radiasi UV-B dapat menurunkan kualitas dan produksi pertanian dan kehutanan.

Radiasi UV-B juga menimbulkan kerusakan sampai 20 m di bawah permukaan air yang jernih, terutama berbahaya bagi plankton, ikan, udang, kepiting, serta tumbuhan yang memegang peranan penting dalam rantai makanan di laut.

Khloro Fluoro Karbon (CFC) Biang Keladi Kerusakan Lapisan Ozon

Telah terbukti bahwa CFC-lah  yang bertanggung jawab atas terjadinya lubang di lapisan ozon. CFC merupakan gas yang berwarna biru tua, stabil, tidak mudah terbakar, mudah disimpan, dan murah harganya. Karena sifat-sifat itulah penggunaan CFC meluas di mana-mana. CFC pertama kali digunakan pada lemari es, kemudian digunakan sebagai pendorong aerosol dalam kaleng atau botol penyemprot juga digunakan untuk membersihkan sirkuit computer yang halus.

Sifat stabil dari CFC yang sangat bermanfaat di bumi ini memberikan peluang baginya untuk merusak lapisan ozon. CFC yang terdifusi ke stratosfer akan mengalami pemutusan ikatan kimianya oleh radiasi UV-C menghasilkan khlor-khlor bebas yang bersifat sangat reaktif, kemudian mengikat sebuah atom oksigen dari molekul ozon (O3) sehingga mengubah ozon tersebut menjadi molekul oksigen (O2). Reaksi perubahan ozozn menjadi molekul oksigen adalah sebagai berikut.

CFCl3 +  uv          –>       CFCl2 +  Cl-

Cl- +  O3 –>       ClO  +  O2

O2 +  uv energi   –>     2O

ClO  +  2O             –>       O2 + Cl-

Cl- +  O3 à        ClO  +  O2

(kembali ke step 2 dan reaksi berlanjut terus)

Senyawa lain yang sekerabat dengan CFC yaitu halon, ternyata lebih merusak lapisan ozon. Halon yang digunakan sebagai pemadam kebakaran ternyata merusak ozon sepuluh kali lipat lebih efektif dari CFC. Halon meskipun dengan konsentrasi sangat rendah di atmosfer kadarnya akan meningkat 2 kali dalam kurun waktu 5 tahun. Jenis CFC yang paling merusak ozon berikut, kadarnya juga meningkat cepat di atmosfer. Konsentrasi CFC-11 (CFCl3) dan CFC-12 (CF2Cl2) meningkat 2 kali setiap 17 tahun sedangkan CFC-13 setiap 6 tahun.

Senyawa CFC juga sangat membahayakan karena berumur panjang. Di bawah ini rata-rat umur dari beberapa senyawa CFC dan halon.

Jenis dan rata-rata umur CFC di atmosfer

Jenis CFC Rata-Rata umur di atmosfer

CFC-11

CFC-12

CFC-13

Halon-1301

17 tahun

111 tahun

90 tahun

110 tahun

Sumber : Manahan, 1994

Penanggulangan Kerusakan Lapisan Ozon

Kerusakan lapisan ozozn semakin meyakinkan dengan ditemukannya lapisan ozon yang berlubang pada awal tahun 1985 di Antartika. Rusaknya lapisan ozon di stratosfer lintang tengah sampai utara berjalan jauh lebih cepat dari yang diperkirakan. Hasil pengamatan satelit menunjukkan bahwa lubang ozon di Antartika lebih luas dari wilayah Amerika Serikat.

Upaya perlingungan terhadap lapisan ozon dilakukan melalui “Konvensi Wina” pada tahu 1985 dan tahun 1987 Amerika Serikat melarang penggunaan CFC yang digunakan pada aerosol. Dua tahun kemudian sejumlah peraturan selesai disusun dalam “Protokol Montreal” dan diberlakukan sejak Januari 1989. Protokol ini diratifikasi 36 negara yang mencakup 80% konsumen CFC dunia, mengusulkan agar diturunkannya produksi dan penggunaan CFC dan Halon yang berbahaya secara bertahap sampai tuntas tahun 2005.

Meskipun agak terlambat, Indonesia juga meratifikasi Konvensi Wina dan Protokol Montreal pada tahun 1992. Dengan demikian Indonesia sepakat menghentikan pembuatan dan penggunaan bahan perusak ozon tersebut dan mulai Januari 1997 telah dilakukan larangan impor CFC dan sebagai penggantinya adalah HCFC (Hydro-Chloro-Fluoro-Carbon) yang mendapat subsidi dari pemerintah dalam bentuk bea masuk yang lebih kecil.

Dengan berlakunya ketentuan itu, Indonesia akan mengeluarkan sanksi bagi importer produk yang mengandung zat penipis lapisan ozon (Ozon Depletion Substances/ODS) antara lain dengan pengembalian produk tersebut ke negara asal. Badan Perlindungan Lingkungan Dunia mengemukakan, bila Indonesia tidak melakukan hal tersebut, diperkirakan penggunaan ODS akan meningkat dan pada tahun 2010 sudah hamper 4 kali lipat dari penggunaan tahun 1998.

Sumber:

Achmad, Rukaesih. 2004. Kimia Lingkungan. Yogyakarta: Penerbit ANDI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: